Native Adverstising Indonesia

Baru-baru ini muncul gagasan tentang model periklanan digital yaitu native adverstising (NA). NA ini berbeda dengan iklan tradisional sebelumnya. Kalau iklan tradisional sipatnya statis, iklan yang kita pasang di website berupa skrip atau baner-baner iklan yang tidak bisa berubah setiap saat dan tidak disesuaikan dengan konten yang dicari.

NA adalah model periklanan baru, dimana setiap user yang mengunjungi website dan mencari konten atau artikel tertentu, maka NA akan menyesuaikan. Misalkan kita mencari tentang “Mobil terbaru 2015” di google atau website apa saja, maka iklan (NA) yang muncul akan menampilkan semua iklan yang berkaitan dengan kata mobil dan lain sebagainya.

Banyak platform atau provider iklan yang mulai bermunculan di Indonesia, seperti yang akan saya bangun :).. memiliki konsep dan programming seperti .. (bersambung)

SOP Usulan NIDN dan Data Dosen

A         Pengajuan NIDN

  1. Operator PT melakukan ajuan NIDN baru
    1. Buat Draft ajuan
    2. Upload/melengkapi dokumen pendukung sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan.
    3. Mengusulkan draft ajuan tersebut ke status diajukan jika semua persyaratan dokumen telah lengkap.

 

  1. Proses Verifikasi à Verifikator
    • Aktor : [Kopertis (PTS)
    • Tujuan: Melakukan pengecekan dokumen, perubahan status ajuan (valid/ tidak valid, jika belum valid maka ajuan akan kembali ke draftnya PT dan jika valid maka ajuan akan hilang dari akun kopertis, tetapi masuk ke akun Dikti) dan pengisian catatan baik untuk ajuan valid maupun tidak valid.

 

  1. Proses Validasi à Validator
    • Aktor : [Diktendik (PTS/PTN) / Forlap (PT Non Dikbud)
    • Tujuan : Melakukan pengecekan dokumen kembali, menetapkan ajuan NIDN : disetujui, ditolak, atau ditangguhkan.
      1. Ditolak : Ajuan kembali ke draftnya PT
      2. Disetujui : Generate NIDN baru
  • Ditangguhkan             : Ajuan ditunda karena ada beberapa dokumen penting yang dianggap tidak syah (terdapat pemalsuan) dan status ganda seperti pemalsuan ijasah, pemalsuan jafung dan status guru/PNS non dosen di KTP.

 

  1. Operator PT melihat status ajuan NIDN.
    1. Dapat melihat status usulan (valid/tidak valid).
    2. Jika disetujui dapat melihat NIDN yang dikeluarkan
    3. Jika ditolak/tidak valid, masuk ke draft dan dapat membaca catatan alasan kenapa ditolak atau tidak valid.
    4. Melengkapi kekurangan pada status usulan yang tidak valid atau di tolak dan mengajukan kembali usulan yang tidak valid/ditolak tersebut dan kembali pada point ke-1.

 

Catatan untuk pengajuan NIDN :

  • Sistem akan menolak secara otomatis pengajuan NIDN baru oleh PT jika :
  1. Data usulan yang wajib diisi tidak lengkap
  2. Usulan data dosen tersebut telah diusulkan baik oleh PT tersebut atau oleh PT lain dengan melihat data kemiripan antara NIK atau Nama dan Tgl Lahir dan Tempat Lahir dan Nama Ibu Kandung)
  3. Status dosen bukan dosen tetap
  4. Telah memiliki NUPN dan NIDN bukan status ganda
  • Generate NIDN sesuai dengan aturan pada lampiran dibawah. NIDN akan dipasang unik konstrain.

 

 

[Decision Tree Format Generate 2 digit prefix NIDN]+tglbulantahunlahir+2digiturutan

 

LP = Lembaga Pengangkat

IKJ : Ikatan Kerja Dosen

 

Gambarnya ko aneh

PT Kemendikbud :

  1. NIDN Dosen PNS ( Dosen PNS PTN / Dosen DPK) dua digit pertama diberikan prefix 00
  2. NIDN Dosen NON PNS ( Dosen Yayasan / Dosen Tetap PTN/Dosen BHMN ) dua digit pertama diberikan prefix kode wilayah dimana PT tersebut berada.

PT Non Kemendikbud :

Dua digit pertama untuk setiap NIDN baru telah ditentukan untuk setiap kementeriannya (misalnya Kemenag : 40)

B         Pengajuan NUPN

  1. Admin PT Melakukan Pengajuan NUPN baru
    1. Membuat Draft Pengajuan
    2. Upload Dokumen Pendukung sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan
    3. Mengusulkan Draft
  2. Proses Verifikasi à Verifikator
    1. Aktor : [Kopertis (PTS)
    2. Tujuan: Melakukan pengecekan dokumen, perubahan status ajuan (valid/ tidak valid, jika belum valid maka ajuan akan kembali ke draftnya PT dan jika valid maka ajuan akan hilang dari akun kopertis, tetapi masuk ke akun Dikti) dan pengisian catatan baik untuk ajuan valid maupun tidak valid.

 

  1. Proses Validasi à Validator
    1. Aktor : [Diktendik (PTS/PTN) / Forlap (PT Non Dikbud)
  • Tujuan : Menetapkan pengajuan NUPN tersebut : disetujui, ditolak, atau ditangguhkan/ tunda.
    1. Ditolak : kembali ke status usulan draft
    2. Disetujui             : Generate NUPN
  • Ditangguhkan             : usulan ditunda

 

  • Operator PT melihat status ajuan NIDN.
  1. Dapat melihat status usulan (valid/tidak valid).
  2. Jika disetujui dapat melihat NUPN yang dikeluarkan
  3. Jika ditolak/tidak valid, masuk ke draft dan dapat membaca catatan alasan kenapa ditolak atau tidak valid.

 

 

 

 

Catatan untuk pengajuan NUPN :

  • Sistem akan menolak secara otomatis pengajuan NUPN baru oleh PT jika :
  1. Data usulan yang wajib diisi tidak lengkap
  2. Usulan data dosen tersebut telah diusulkan baik oleh PT tersebut atau oleh PT lain dengan melihat data kemiripan antara NIK atau Nama dan Tgl Lahir dan Tempat Lahir dan Nama Ibu Kandung)
  3. Status dosen bukan dosen tetap
  4. Telah memiliki NUPN atau NIDN

C         Generate NIDN sesuai dengan aturan pada lampiran dibawah. NIDN akan dipasang unik konstrain. Pengajuan NUPN ke NIDN (Upgrade)

  1. Proses Pengajuan
    1. Admin PT memilih NUPN yang akan diajukan dan akan menjadi draft
    2. Upload Dokumen Pendukung sesuai persyaratan yang telah ditentukan
    3. Sebelum di ajukan, Status dosen harus diubah terlebih dahulu jadi dosen tetap (yang bukan dosen honorer dan dosen tidak tetap) pada fasilitas yang di sediakan.

 

  1. Proses Verifikasi àVerifikator
    1. Aktor : [Kopertis (PTS)
    2. Tujuan: Melakukan pengecekan dokumen, perubahan status ajuan (valid/ tidak valid, jika belum valid maka ajuan akan kembali ke draftnya PT dan jika valid maka ajuan akan hilang dari akun kopertis, tetapi masuk ke akun Dikti) dan pengisian catatan baik untuk ajuan valid maupun tidak valid.

 

  1. Proses Validasi àValidator
    1. Aktor [Diktendik (PTS/PTN) / Forlap (PT Non Dikbud)
  • Tujuan : Menetapkan pengajuan NUPN ke NIDN tersebut disetujui, ditolak, atau ditangguhkan/ tunda.
    1. Ditolak : kembali ke draft usulan PT
    2. Disetujui             : Generate / reuseable NIDN
    3. Ditangguhkan/ tunda : tidak disetujui/ tidak ditolak

 

  • Operator PT melihat status ajuan NUPN ke NIDN.
  1. Dapat melihat status usulan (valid/tidak valid).
  2. Jika disetujui dapat melihat NIDN yang dikeluarkan
  3. Jika ditolak/tidak valid, masuk ke draft dan dapat membaca catatan alasan kenapa ditolak atau tidak valid.

 

 

 

 

 

Catatan untuk pengajuan NUPN ke NIDN

  • NIDN akan dipasang unik konstrain. Status Dosen harus diset menjadi Dosen Tetap. Genarate NIDN akan mengecek table history NIDN jika sudah pernah ada pakai yang lama jika tidak baru jalankan fungsi generate.

 

 

D        Pengajuan NIDN ke NUPN (Downgrade)

  1. Yang bisa melakukan hanya Aktor : Ditendik dan Forlap
  2. Pada fitur Data Dosen Aksi Tambahan (Downgrade NIDN ke NUPN)

 

Catatan untuk Downgrade NIDN ke NUPN

  • Pengecekan 1 : status ikatan kerja harus dosen tidak tetap.
  • Didowngrade atas permintaan PT melalui usulan perubahan data pokok status tidak tetap/honorer oleh PT
  • Downgrade dapat dilakukan secara otomatis oleh system jika dosen tersebut sudah tidak layak menjadi dosen tetap/diberikan NIDN karena alasan :
    • Usia diatas > 65 tahun atau 70 tahun untuk GB
    • Binaan
    • PNS non Dosen

 

 

  • Pengecekan 2 : bila downgrade, harus cek NUPN ada / tidak ada.

Jika NUPN ada : gunakan NUPN lama.

Jika NUPN tidak ada : generate NUPN baru

 

E         Penghapusan NIDN / NUPN

  1. Yang bisa melakukan hanya Aktor : Ditendik dan Forlap
  2. Pada fitur Data Dosen Aksi Tambahan (Hapus NIDN / NUPN

 

 

 

 

Catatan untuk Hapus

  1. Hapus data PTK dan Semua Riwayatnya (Soft Delete = 1)
  2. Masuk ke dalam history NIDN / NUPN dan tidak dapat di gunakan oleh orang lain, kecuali di aktifkan kembali oleh orang yang sama atas usulan secara resmi dari Pimpinan PT
  3. Dihapus atas dasar surat resmi dari PT, usulan data pokok dan binaan

F         Dosen Ganda

  1. Aktor : Diktendik dan forlap
  2. Fitur Data Dosen -> Dosen Ganda
  3. Aktivitas penghapusan Dosen Ganda umumnya digunakan untuk mengeliminir data Ganda oleh sebab itu Aktor harus memastikan merging data sebelum melakukan aktivitas ini.
  4. Menghapus data yang eligible untuk dihapus dengan melihat kondisi riwayat pengajaran, NUPN atau NIDN dan feasibilitis NIDN tersebut

G         Perubahan Data Dosen

G.1       Data Pokok, Riwayat Fungsional, Riwayat Kepangkatan, Riwayat Pendidikan, Riwayat Sertifikasi

  1. Proses Pengajuan
    1. Admin PT memilih Dosen yang akan diajukan perubahan, isi form perubahan lalu simpan menjadi draft
    2. Upload Dokumen Pendukung sesuai dengan kebutuhan perubahan data pokok
    3. Mengusulkan Draft

 

  1. Proses Verifikasi à Verifikator
    1. Aktor : [Kopertis (PTS)
    2. Tujuan: Melakukan pengecekan dokumen, perubahan status ajuan (valid/ tidak valid, jika belum valid maka ajuan akan kembali ke draftnya PT dan jika valid maka ajuan akan hilang dari akun kopertis, tetapi masuk ke akun Dikti) dan pengisian catatan baik untuk ajuan valid maupun tidak valid.

 

  1. Proses Validasi à Validator
    1. Aktor [Diktendik (PTS/PTN) / Forlap (PT Non Dikbud)
  • Tujuan : Menetapkan Perubahan Data Pokok tersebut disetujui, ditolak, atau ditangguhkan/ tunda.
    • Ditolak             : kembali ke draft
    • Disetujui             : Data Berubah
  1. Ditangguhkan/ tunda : usulan ditunda
  1. Operator PT melihat status ajuan NUPN ke NIDN.
    1. Dapat melihat status usulan (valid/tidak valid).
    2. Jika disetujui dapat melihat NIDN yang dikeluarkan
    3. Jika ditolak/tidak valid, masuk ke draft dan dapat membaca catatan alasan kenapa ditolak atau tidak valid.

Catatan untuk perubahan Data Pokok :

  1. Jika dosen memiliki NIDN , maka status ikatan kerja dibatasi hanya dosen tetap.
  2. Jika dosen memiliki NUPN, maka status ikatan kerja dibatasi hanya selain dosen tetap (dosen honorer dan dosen tidak tetap)
  3. Referensi Status aktifitas (value = ganti NIDN dan hapus NIDN dihilangkan selamanya)
  4. Bila Status Aktifitas dosen di ubah menjadi Keluar maka akan muncul Referensi Penyebab Keluar dan tanggal di keluarkan.
  5. Jika Penyebab status Keluar ialah “Dikeluarkan”,”Almarhum”,’Pensiun”, maka dosen jenis ini tidak boleh diklaim oleh PT manapun, selain itu akan masuk ke dalam daftar dosen non homebase yang dapat di klaim oleh PT.
  6. Untuk Dosen Ber NIDN. Perubahan status dari Dosen Tetap (NIDN) menjadi Dosen Tidak Tetap akan secara otomatis mendowngrade NIDN tersebut menjadi NUPN
  7. Untuk dosen Ber NUPN, Tidak dapat melakukan perubahan status dari Dosen Tidak Tetap menjadi Dosen Tetap tetapi harus melalui usulan NUPN ke NIDN.

H        Perubahan Data Dosen – Homebase Extern

  1. Proses Pengajuan Awal oleh Admin PT Asal
    1. Membuat draft pengajuan perubahan homebase dosen dengan menset PT Tujuannya
    2. Admin PT Asal mengupload dokumen SK lolos butuh saja.
    3. Admin PT Asal mengusulkan draft.
    4. Data ajuan akan hilang di PT asal dan ajuan pindah ke status draft PT Tujuan.

 

  1. Proses Pengajuan oleh Admin PT Tujuan
    1. Menerima usulan draft dari PT Asal dan melengkapi isian Informasi Prodi, tgl,SK,
    2. Upload dokumen Pendukung SK Dosen tetap, Ijasah Lengkap dan Rekomendasi Kopertis untuk pindah ke PTS atau antar PTS. ( Jika PT Asal dan Tujuan berbeda kopertis, maka Rekomendasi kopertis harus dari Kopertis PTS asal dan Kopertis PTS Tujuan)
    3. Mengusulkan draft usulan ( proses dari Draft ke diusulkan )

 

  1. Proses Verifikasi
    1. Aktor : Kopertis PTS
    2. Tujuan : verifikasi dokumen yang diajukan Admin PT Tujuan & PT asal
      1. Valid
      2. Tidak Valid. Jikatidak valid kembali ke Langkah 2 (PT Tujuan)
    3. Proses Validasi
      1. Aktor Diktendik & Forlap
      2. Jika [Ditendik] validator
        1. Setuju :maka Data Dosen akan update Homebase nya yang lama diset Mutasi. Dan dosen di set ke PT tujuan
        2. Tolak : maka kembali ke langkah 1 [PT Asal]

I           Perubahan Data Dosen – Homebase Intern

Dilakukan oleh PTS atau PTN untuk melakukan perubahan prodi tempat dosen tersebut mengajar,jika sudah di usulkan oleh PTN atau PTN maka perubahan ini dilakukan secara otomatis melalui system.

 

J           Perubahan Data Dosen – Riwayat (Concurrency Problem)

  1. Jika terdapat dua User admin A dan admin B akan menyetujui data riwayat dosen yang sama pada saat bersamaan maka Update yang berhasil adalah update yang pertama. Untuk menghindari terjadinya riwayat yang double.

K        Problem Penugasan Dosen

  1. Peletakkan Atribut Status Homebase dosen di REG_PTK pada Data Model 3.18. Dimana record ini diupdate setiap tahun membuat kemungkinan terjadinya konflik data dengan mekanisme sinkronisasi pada saat terjadi perpindahan homebase bersamaan dengan PT sedang input penugasan dosen tapi belum melakukan sync. Tergantung Syncnya berapa kali seminggu?

 

Solusi : Pindahkan atribut a_sp homebase dari REG_PTK

Dampak : Perubahan terlalu major semua query sudah menggunakan atribut tersebut

 

Solusi Alternatif : Semua data penugasan tidak boleh lewat feeder (sync) harus melalui forlap agar tidak ada kemungkinan konflik data.

Kode NIDN PNS dan NON PNS

Ass.. Wr  Wb.

Dalam kesempatan ini, di hari dan bulan yang penuh rahmat dan ampunan.  Seyogyanya saya coba beramal lewat apa yang saya ketahui mengenai NIDN. Apapun isinya jika ada kesalahan, mari kita sampaikan dan diskusikan dalam blog ini dan jangan dijadikan sumber yang resmi untuk blog ini.

Dulu sebelum evaluasi berubah menjadi forlap. NIDN untuk PNS dan NON PNS di bedakan. Jika NIDN PNS memiliki kode “00” di depannya sementara NIDN NON PNS memiliki kode sesuai wilayah kopertisnya masing-masing contoh untuk kopertis 3 adalah “03”, namun saat ini kode “00” dan “03” tersebut sudah tidak membedakan itu NIDN PNS ataupun NON PNS dikarenakan banyak diketemukan kode bukan “00” juga PNS atau bahkan kode “00” bukan PNS.

Kasus semua diatas, jujur karena sistem waktu itu belum memfasilitasi secara baik atau otomatisasi pengkodean disamping kesalahan secara manual yang dilakukan oleh operator pusat. Setelah berganti nama menjadi FORLAP, pengkodean dilakukan secara otomatis namun dikarenakan hal tersebut diatas, maka diputuskan status NIDN PNS dan NON PNS tidak tercermin lagi pada kode “00” atau bukan bahkan kedepannya kode NIDN sudah tidak lagi mengacu pada kode dan tanggal lahir.

Mengatasi membedakan mana dosen PNS dan NON PNS, di dalam sistem disediakan atribut jenis NIDN yaitu PNS dan NON PNS sehingga apapun kodenya sudah tidak terpengaruh lagi asalkan status jenis NIDN ini diisi dan sesuai.

 

NIDN dengan Status Tidak Tetap

Kepada Yth    :    Pimpinan Perguruan Tinggi (Terlampir)

Bersama ini dengan hormat kami sampaikan bahwa NIDN  adalah identitas nasional bagi seseorang yang telah memenuhi syarat sebagai dosen tetap, sedangkan bagi dosen tidak tetap diberikan Nomor Urut Pengajar (NUPN). Berdasarkan data sementara kami pada laman forlap.dikti.go.id, ada sebanyak ± 1.135 dosen ber-NIDN namun berstatus sebagai dosen tidak tetap (terlampir).  Berkenaan dengan hal itu kami mohon kerjasama Saudara untuk :

  1. Melakukan validasi terhadap dosen sebagaimana dimaksud di atas di perguruan tinggi Saudara, jika benar-benar berstatus sebagai dosen tetap.
  2. Validasi sebagaimana point 1 dilakukan pada laman forlap.dikti.go.id dengan login sebagai akun PT Saudara pada menu Perubahan Data Dosen dengan cara mengubah status dosen yang dimaksud menjadi dosen tetap dengan melampirkan dokumen sebagaimana ajuan NIDN baru yaitu :
  • KTP terbaru.
  • Ijasah lengkap mulai dari S1.
  • SK Dosen Tetap yang memuat substansi tentang hak dan kewajiban antara dosen dengan  yayasan.
  • Surat penyataan sebagai dosen tetap.
  • 5)    SK jabatan akademik (jika ada)

Ajuan validasi dimaksud di atas, akan ditutup pada tanggal 23 Nopember 2013. Jika setelah tanggal tersebut belum diajukan validasi, maka NIDN dengan status tidak tetap tersebut akan segera dihapus dan diganti menjadi NUPN.
Demikian disampaikan atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan
TTD
Supriadi Rustad
NIP. 19600104 198703 1002

Tembusan:
–    Sesditjen Pendidikan Tinggi
–    Koordinator Kopertis I-XIV

Link Yii Indonesia

y Muhammad Rifki Mockie on Tuesday, March 20, 2012 at 10:24pm

http://sabitlabscode.wordpress.com/

 

http://maleskoding.wordpress.com/2012/05/04/membuat-twitter-update-bot-menggunakan-yii/

 

http://ningrate.wordpress.com/2012/05/09/installasi-yii-di-mac/

 

http://maleskoding.wordpress.com/tag/yii-framework/

Blog : http://dreazrehael.wordpress.com , Ebook : http://sabitlabscode.files.wordpress.com/2012/01/menjelajahyiiframework.pdf , Source Contoh : http://freeebookyii.codeplex.com/

By dtriyanto Posted in Santai

Yii – Executing SQL Statements

Once a database connection is established, SQL statements can be executed using CDbCommand. One creates a CDbCommand instance by calling CDbConnection::createCommand() with the specified SQL statement:

$connection=Yii::app()->db;   // assuming you have configured a "db" connection
// If not, you may explicitly create a connection:
// $connection=new CDbConnection($dsn,$username,$password);
$command=$connection->createCommand($sql);
// if needed, the SQL statement may be updated as follows:
// $command->text=$newSQL;

A SQL statement is executed via CDbCommand in one of the following two ways:

* execute(): performs a non-query SQL statement, such as INSERT, UPDATE and DELETE. If successful, it returns the number of rows that are affected by the execution.
* query(): performs an SQL statement that returns rows of data, such as SELECT. If successful, it returns a CDbDataReader instance from which one can traverse the resulting rows of data. For convenience, a set of queryXXX() methods are also implemented which directly return the query results.

An exception will be raised if an error occurs during the execution of SQL statements.

$rowCount=$command->execute();   // execute the non-query SQL
$dataReader=$command->query();   // execute a query SQL
$rows=$command->queryAll();      // query and return all rows of result
$row=$command->queryRow();       // query and return the first row of result
$column=$command->queryColumn(); // query and return the first column of result
$value=$command->queryScalar();  // query and return the first field in the first row

Share this:

By dtriyanto Posted in Santai

Kamus Yii by sonsonz.wordpress.com

Fungsi Pencarian

// find the first row satisfying the specified condition
$post=Post::model()->find($condition,$params);
// find the row with the specified primary key
$post=Post::model()->findByPk($postID,$condition,$params);
// find the row with the specified attribute values
$post=Post::model()->findByAttributes($attributes,$condition,$params);
// find the first row using the specified SQL statement
$post=Post::model()->findBySql($sql,$params);

Fungsi Filter

- protected (before|after)(Delete|Save|Find)() ?
- $this->isNewRecord ?
- protected afterConstruct()

Fungsi Relasi Database

'VarName'=>array('RelationType', 'ClassName', 'ForeignKey', ...additional options)
BELONGS_TO? 'author'=>array(self::BELONGS_TO, 'User', 'author_id'),
HAS_MANY?
HAS_ONE?
BELONGS_TO? MANY_MANY: 'relation_a_b' => array(self::MANY_MANY, 'B', A_B('a_id','b_id'),
'relation_b_a' => array(self::MANY_MANY, 'A', A_B('b_id','a_id'), ?
STAT?
load by attribute:$model->relationName?
with()?

CDbCriteria

    $criteria=new CDbCriteria;
    $post=Post::model()->find($criteria);
    select: $criteria->select='title';
    condition: $criteria->condition='postID=:postID';
    params: $criteria->params=array(':postID'=>10); 
    on: 
    order: 
    with: 
    joinType: 
    alias: 
    together: 
    join: 
    group:
    ?
    having: ?
    index: ?
    limit: ?
    offset: ?

Share this:

By dtriyanto Posted in Santai

Yii Examples of Using CDbCriteria

Examples of Using CDbCriteria
Basic Usage

$Criteria = new CDbCriteria();
$Criteria->condition = "price > 30";
$Products = Product::model()->findAll($Criteria);

OR

//An example using the constructor to populate the properties.
$Criteria = new CDbCriteria(array('condition' => 'price > 30'));
$Products = Product::model()->findAll($Criteria);

Personally, I like to go with the first approach. I think it’s generally easier to read, but that’s just my personal preference.
Adding A Limit

$Criteria = new CDbCriteria();
$Criteria->condition = "price > 30";
$Criteria->limit = 1;
$Products = Product::model()->findAll($Criteria);

Limit with Offset

$Criteria = new CDbCriteria();
$Criteria->condition = "price > 30";
$Criteria->limit = 1;
$Criteria->offset = 1;
$Products = Product::model()->findAll($Criteria);

Ordering Results

$Criteria = new CDbCriteria();
$Criteria->condition = "price > 30";
$Criteria->limit = 1;
$Criteria->offset = 1;
$Criteria->order = "name ASC";
$Products = Product::model()->findAll($Criteria);

Limiting Selected Fields

$Criteria = new CDbCriteria();
$Criteria->condition = "price > 30";
$Criteria->limit = 1;
$Criteria->offset = 1;
$Criteria->order = "name ASC";
$Criteria->select = "id, name";
$Products = Product::model()->findAll($Criteria);

Example relation with :

$criteria = new CDbCriteria;
$criteria->with = array('foreign_table1',
                        'foreign_table2', 
                        'foreign_table2.foreign_table3');
$criteria->together = true; // ADDED THIS
$criteria->select = array('id');
$criteria->condition = "foreign_table1.col1=:col_val AND 
                        foreign_table3.col3=:col_val2";
$criteria->params = array(':col_val' => some_val, ':col_val2' => other_val);
$criteria->order = 'foreign_table3.col5 DESC';
$criteria->limit = 10;

Share this:

Like this:

By dtriyanto Posted in Santai